Rabu, April 18, 2012

BOHONG....

Abul Laits Assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Mas'ud r.a. berkata bahawa Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Biasakan kamu berkata benar kerana kebenaran itu menuntun kepada kebaikan dan kebaikan itu menuntun kesyurga, dan seseorang itu selalu berkata benar sehingga dicatat disisi Allah s.w.t. sebagai sdiddiq dan awaslah kamu dari dusta kerana dusta itu menuntun kepada lacur (kejahatan) dan kejahatan itu menuntun kedalam neraka dan seseorang itu biasa berdusta sehingga dicatat disisi Allah s.w.t. sebagai pendusta."

Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Mas'ud r.a. berkata: "kamu anggap orang itu munafiq dengan tiga tanda iaitu:
• Jika berkata ia berdusta
• Bila berjanji ia mungkiri
• Jika berjanji sumpah ia langgar


Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Malik berkata: "ketika Luqmanul-Hakim ditanya: "Apakah sebab sehingga kamu dapat mencapai kedudukanmu itu?" Jawab Luqman: "Dengan benar dalam berkata-kata dan menunaikan amanat dan meninggalkan apa yang bukan kepentinganku."

Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Shafwan bin Sulaim berkata Rasulullah s.a.w. ditanya: "Apakah orang mukmin yang dapat menjadi penakut?" Jawab Rasulullah s.a.w.: "Ya." Ditanya pula: "Apakah mungkin seorang mukmin itu pendusta?" Jawab Rasulullah s.a.w.: "Tidak." Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Ubadah bin Ashshamit r.a. berkata Rasulullah s.a.w. ditanya: "Jagalah enam macam untuk dirimu sendiri, saya dapat menjamin untukmu syurga. Enam perkara itu ialah:
• Benar-benarlah jika berkata-kata
• Tepatilah jika berjanji
• Tunaikan amanat (Kembalikan jika diamati)
• Jagalah kemaluanmu
• Pejamkan matamu
• Jagalah tanganmu


Abul Laits berkata Rasulullah s.a.w. telah mengumpulkan atau menyimpulkan semua kebaikan dalam enam macam tersebut iaitu:
• Berkata benar dan ia meliputi ucapan Tauhid iaitu benar-benar setelah mengucap dua kalimah syahadah, benar terhadap Allah s.w.t. dan juga terhadap manusia
• Menepati janji baik terhadap Allah s.w.t. atau terhadap sesama manusia
• Menunaikan amanat, amanat dari Allah s.w.t. merupakan kewajipan-kewajipan yang diwajibkan atas semua hamba dan amanat dari sesama munusia iaitu perkataan atau anak atau harta atau kehormatan
• Menjaga kemaluan dari semua yang syubhat dan haram dan memelihara jangan terlihat orang lain sebab Rasulullah s.a.w. telah mengutuk orang yang melihat dan yang dilihat (kemaluan)
• Pejamkan matamu dari aurat sesama manusia atau kecantikan wanita yang haram dilihatnya dan jangan membelalak kedunia, sebagaimana ayat (Yang berbunyi): "Wala tamuddanna linaftinahum fihi." (Yang bermaksud): "Dan jangan membelalakkan matamu kepada apa yang Kami beri perlengkapan mereka dari dunia untuk Kami uji mereka dengan kemewahan itu.
• Dan yang terakhir jagalah tanganmu dari segala yang haram, baik berupa harta atau lain-lainnya


Hudzaifah bin Alyaman r.a. berkata: "Dahulu dimasa Rasulullah s.a.w., adakalanya seseorang mengucapkan sepatah kata dapat menjadi munafiq dan kini saya mendengar kalimat itu keluar dari kamu dalam sehari sepuluh kali (Yakni kamu tidak hirau terhadap kalimat itu dan menganggap remeh) iaitu seperti berdusta yang telah dijelaskan bahawa itu tanda munafiq.

Maka seharusnya seorang muslim menjaga dirinya dari tanda-tanda munafiq sebab seorang yang telah biasa berdusta pasti dianggap pendusta dan munafiq. Ia dibebani dosa-dosa orang yang meniru perbuatannya. Abul Laits dari Abu Manshur bin Abdullah Alfaraidhi meriwayatkan dengan sanadnya dari Samurah bin Jundub r.a. berkata: Biasa Rasulullah s.a.w. jika selesai sembahyang sebuh menghadap kepada kami (para sahabat) dan bertanya: "Apakah ada diantara kamu semalam yang bermimpi?" Lalu siapa yang bermimpi akan menceritakan mimpinya kepada Rasulullah s.a.w.

Pada suatu hari Rasulullah s.a.w. bertanya: "Apakah ada diantara kamu yang bermimpi?" Jawab kami: "Tidak ada." Lalu Rasulullah s.a.w. bersabda: "Tetapi saya sendiri semalam bermimpi didatangi oleh dua orang yang menuntun tanganku dan mengajak saya pergi sehingga sampai kelapangan yang datar, lalu kelihatan seorang berbaring sedang yang satu berdiri sambil memegang batu besar yang dipukulkan kekepala orang yang sedang berbaring itu sehingga hancur remuk kepalanya dan menggelundung batunya, lalu diambil kembali batu itu dan kembali kepada orang yang berbaring itu, sedang kepalanya telah sembuh kembali lalu dipukul lagi." Saya berkata: "Subhanallah, apakah ini?" Tetapi orang itu berkata: "Ayuh jalan terus." Maka bertemu orang yang terlentang sedang yang satunya berdiri dengan bantolan besi ditangannya yang digunakan untuk merobek pipinya dan ditarik sampai kebelakang, kemudian yang sebelah kiri dan kembali lagi kekanan setelah kembali biasa, lalu dirobeknya kembali dan begitu seterusnya." Saya berkata: "Subhanallah, apakah itu?" Kedua orang itu mengajak saya terus berjalan sehingga melihat bangunan yang atasnya seperti dapur sedang bagian bawahnya luas, ketika saya melihat, tiba-tiba didalamnya campur lelaki perempuan, maka bila terasa ada wap api dari bawah, mereka naik kemudian jika sudah merasa berkurangan turun kembali, dan bila datang api itu mereka menjerit dan naik kembali sehingga hampir keluar, kemudian jika merasa sudah padam kembali kebawah. Saya pun berkata: "Subhanallah, apakah ini?" Dan kedua orang itu berkata: " Ayuh jalan terus sehingga bertemu dengan sungai yang berair merah bagaikan darah sedang didalam sungai ada orang berenang, dan yang satu ditepi sungai mengumpulkan batu-batu, apabila yang berenang itu datang membuka mulutnya lalu dimasukkan kedalam mulutnya batu itu, lalu kembali berenang ketengah-tengah kemudian kembali dimakani batu-batu itu. Saya berkata: "Subhanallah, apakah itu?" Jawab keduanya: "Berjalan terus sehingga bertemu dengan seorang yang disekitarnya api besar, dan ia mengobar-ngobarnya. Saya berkata: "Subhanallah, apakah itu?" Kedua orang itu berkata: "Ayuh berjalan terus sehingga bertemu dengan kebun yang penuh buah dan bunga, dan disana ada orang yang agak tinggi dan disekitar orang itu anak-anak yang banyak sekali, saya pun berkata: "Subhanallah, apakah itu?" Kedua orang itu berkata: "Ayuh berjalan terus." Maka kami berjalan sehingga bertemu dengan pohon beringin yang besar tidak ada yang lebih baik daripadanya maka kami naik diatasnya, tiba-tiba ada kota terbangun dari batu emas dan perak, maka kami ketuk pintu kota itu sehingga terbuka, maka kami masuk, maka segera dikeluarkan oleh kedua orang itu dan dimasukkan kegedung yang lebih indah, lebih baik, dan ketika mata saya melihat keatas terlihat gedung putih bagaikan kaca, lalu diberitahu: "Itu rumahmu." Saya bertanya: "Dapatkah saya masuk kesana?" Jawab keduanya: "Sekrang belum dapat dan kelak pasti dapat engkau masuk kedalamnya." Lalu saya berkata: "Ini malam saya melihat yang ajaib-ajaib, maka apakah ertinya semua itu?" Jawab keduanya: "Adapun orang yang dipukul kepalanya dengan batu maka itu orang yang mengerti al-quran lalu mengabaikannya dan tidak sembahyang fardhu. Ada pun yang dirobek pipinya sampai kebelakang maka itu orang yang membawa berita bohong sehingga tersebar kemana-mana.
Adapun orang-orang yang campur lelaki perempuan dalam dapur api itu, maka mereka pelacur lelaki perempuan. Adapun yang berenang dalam sungai darah maka mereka adalah pemakan riba. Adapun orang yang dikelilingi api maka itu malaikat Malik penjaga neraka, adapun orang yang tinggi didalam kebun maka itu Nabi Ibrahim a.s. dan anak-anak itu ialah anak-anak kecil yang mati dalam fitrah. Adapun rumah yang pertama maka itu untuk umum orang-orang mukminin, adapun yang satunya maka itu tempat orang-orang yang mati syahid, dan saya, Jibril dan Mikail maka ada orang yang bertanya: "Dan anak-anaknya orang musyrikin?" Jawabnya: "Dan anak-anaknya orang musyrikin juga ditempat Nabi Ibrahim a.s tetapi mengenai anak-anak orang musyrikin maka beritanya macam-macam." Ada yang berpendapat: "Menjadi pelayan ahli syurga, dan sebahagian juga masuk neraka."


Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Mas'ud r.a. berkata: "Sebenar-benar keterangan ialah kitab Allah s.w.t. dan semulia-mulianya perkataan ialah dzikrullah, dan sebusuk-busuk buta ialah buta hati dan yang sederhana mencukupi lebih baik daripada yang banyak dan melupakan, dan sejahat-jahat kemenyesesalan ialah menyesal hari kiamat, dan sebaik-baik kekayaan ialah kaya hati, dan sebaik-baik bekal ialah bekal taqwa. Dan khamar (arak) itu menghimpunkan segala dosa dan wanita perangkap syaitan dan kepemudaan itu sebahagian itu dari gila, dan sebusuk-busuk penghasilan ialah riba. Dan sebesar-besar dosa ialah lidah pendusta."

Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Sufyian bin Abi Hushin berkata: "Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Dusta itu tidak baik kecuali dalam tiga macam iaitu:

• Didalam perang
• Seorang yang akan mendamaikan antara dua orang
• Untuk memperbaiki isterinya

Seorang ulama tabi'in berkata: "Ketahuilah bahawa benar itu perhiasan para wali dan dusta itu tanda orang yang celaka, sebagaimana yang tersebut dalam ayat (Yang berbunyi): "Hadza yaumu yanfa'us shadiqina sidquhum. (Yang bermaksud): "Pada hari ini bergunalah kebenaran dan kesungguhan orang-orang yang benar." Ayat yang lain pula (Berbunyi): "Ya ayyuhalladzina aamanuttaqullaha wa kunu ma'as shadiqin. (Yang bermaksud): "Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan bergaullah kamu dengan orang yang sungguh-sungguh (benar-benar)." Ayat yang lain pula berbunyi: "Walladzi jaa'a bisshidqi washaddaqa bihi ulaa'ika humul muttaquun." (Yang bermaksud): "Dan orang yang datang membawa kebenaran dan ia sendiri melaksanakan kebenaran itu, merekalah orang-orang yang bertaqwa." Ayat yang lain pula berbunyi: "Lahum maa yasyaa'uuna inda robbihim." (Yang bermaksud): "Untuk mereka apa saja yang mereka inginkan ada disisi Tuhan mereka."

Juga Allah s.w.t. telah mencela pendusta dan mengutuk mereka dalam firmanNya (Yang berbunyi): "Qutilal kharraa shuun." (Yang bermaksud): "Sungguh celaka orang-orang tukang dusta." Ayat yang lain pula (Berbunyi): "Waman adhlamu mimmaniffara alallahil kadziba wahuwa yud'a ilal islam wallahu laa yahdil qaumadh dhalimin." (Yang bermaksud): "Dan tiada yang lebih kejam (zalim) dari orang yang membuat dusta atas nama Allah, padahal ia dipanggil supaya mengikuti tuntutan Islam dan Allah tidak akan memberi hidayat pada orang-orang zalim."

Selasa, April 03, 2012

KONSEP BERSYUKUR

KONSEP BERSYUKUR

DEFINISI SYUKUR

Memuji, berterima kasih dan merasa berhutang budi kepada Allah (s.w.t) atas kurniaan-Nya, bahagia atas kurniaan tersebut dan mencintai-Nya dengan melaksanakan ketaatan kepada-Nya.

Bersyukur (berterima kasih), kepada sesama manusia lebih cenderung kepada menunjukkan perasaan senang menghargai. Adapun bersyukur kepada Allah (s.w.t) lebih cenderung kepada pengakuan bahawa semua kenikmatan adalah pemberian dari Allah (s.w.t) . Inilah yang disebut sebagai syukur. Lawan kata dari syukur nikmat adalah kufur nikmat, iaitu mengingkari bahawa kenikmatan bukan diberikan oleh Allah (s.w.t) . Kufur nikmat berpotensi merosak keimanan.

KEWAJIPAN BERSYUKUR

Allah S.W.T berfirman ; Maksudnya : "Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah." (Surah al-Baqarah 2:172)

Ayat di atas menerangkan kewajipan ke atas umat Islam supaya bersyukur kepada Allah (s.w.t) sekiranya kita betul-betul menyembah Allah (s.w.t) .

Allah S.W.T berfirman lagi,
Maksudnya : "Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu; Maka mintalah rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada- Nyalah kamu akan dikembalikan." (Surah al-Ankabut 29:17)

Allah S.W.T berfirman;
Maksudnya : "Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku." (Surah al-Baqarah 2:152)

Allah S.W.T berfirman;
Maksudnya : "Karena itu, Maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur". (Surah az-Zumar 39:66)


MENGAPA HARUS BERSYUKUR

1. Allah (s.w.t) yang menjadikan manusia dan seluruh makhluk

Maksudnya : "Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur." (Surah al-Nahl 16:78)

2. Allah (s.w.t) menjadikan malam dan siang
Allah S.W.T berfirman;
Maksudnya : "Dan Karena rahmat-Nya, dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya." (Surah al-Qashas 28:73)

3. Allah (s.w.t) yang mengeluarkan dari bumi rezeki
Allah S.W.T berfirman;
Maksudnya : "Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. kami hidupkan bumi itu dan kami keluarkan dari padanya biji-bijian, Maka daripadanya mereka makan. Dan kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan kami pancarkan padanya beberapa mata air, Supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?" (Surah Yaasin 36:33-35)

4. Allah (s.w.t) menciptakan Langit dan Bumi dan menurunkan hujan
Allah S.W.T berfirman;
Maksudnya : "Allah-lah yang Telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, Kemudian dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan dia Telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan dia Telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai." (Surah Ibrahim 14:32)

5. Allah (s.w.t) yang mengurniakan ilmu
Allah S.W.T berfirman;
Maksudnya : "Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab[1097]: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba Aku apakah Aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). dan barangsiapa yang bersyukur Maka Sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, Maka Sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia". (Surah an-Naml 27:40)


KELEBIHAN BAGI ORANG YANG BERSYUKUR

1. Rezeki akan bertambah
Allah S.W.T berfirman;
Maksudnya : "Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Surah Ibrahim 14:7)

2. Diberikan hikmah kebijaksanaan
Allah S.W.T berfirman;
Maksudnya : "Dan Sesungguhnya Telah kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), Maka Sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". (Surah Luqman 31:12)

3. Tidak akan disiksa di Akhirat
 Allah S.W.T berfirman;
Maksudnya : "Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman ? dan Allah adalah Maha Mensyukuri[370] lagi Maha Mengetahui." (Surah an-Nisa' 4:147)

4. Orang yang mula-mula masuk Syurga
Ibnu `Abbas meriwayatkan, Rasulullah (s.a.w) bersabda : “Orang pertama yanag akan dipanggil untuk masuk surga adalah orang-orang yang sentiasa memanjatkan puji syukur kepada Allah, iaitu orang-orang yang sentiasa memuji Allah dalam keadaan lapang dan dalam keadaan sempit”. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya sebaik-baik hamba Allah adalah orang yang suka memanjatkan puji dan syukur kepada Allah” (Riyadhus Shalihin 27)


CARA BERSYUKUR

1. Sentiasa memuji Allah (s.w.t)
Allah S.W.T berfirman;
Maksudnya : "Dan Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" tentu mereka akan menjawab: "Allah". Katakanlah : "Segala puji bagi Allah"; tetapi kebanyakan mereka tidak Mengetahui." (Surah Luqman 31:25)

2. Mendirikan Solat
Allah S.W.T berfirman;
Maksudnya : "Sesungguhnya kami Telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka Dirikanlah shalat Karena Tuhanmu; dan berkorbanlah." (Surah al-Kauthar 108:1-2)

3. Bersujud Syukur kepada Allah (s.w.t)
“Bahwasanya Nabi (s.a.w), apabila datang kepadanya suatu perkara yang menggembirakan atau mendapatkan kabar gembira, beliau langsung bersyukur sujud, bersyukur kepada Allah (s.w.t) .” (HR Abu Dawud)

Ketika Rasulullah (s.a.w) beribadah sampai beliau bengkak-bengkak, Sayidah Aisyah isterinya berkata, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau beribadah sampai seperti itu, bukankah Allah telah mengampuni segala dosamu?” Rasulullah menjawab, “Tidakkah engkau suka aku menjadi hamba Allah yang bersyukur?”


Hadis yang diriwayatkan daripada Ibn cUmar Nabi (s.a.w) bersabda :
حَدَّثَهُمْ أَنَّ عَبْدًا مِنْ عِبَادِ اللَّهِ قَالَ يَا رَبِّ لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيمِ سُلْطَانِكَ فَعَضَّلَتْ بِالْمَلَكَيْنِ فَلَمْ يَدْرِيَا كَيْفَ يَكْتُبَانِهَا فَصَعِدَا إِلَى السَّمَاءِ وَقَالاَ يَا رَبَّنَا إِنَّ عَبْدَكَ قَدْ قَالَ مَقَالَةً لاَ نَدْرِي كَيْفَ نَكْتُبُهَا قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَهُوَ أَعْلَمُ بِمَا قَالَ عَبْدُهُ مَاذَا قَالَ عَبْدِي قَالاَ يَا رَبِّ إِنَّهُ قَالَ يَا رَبِّ لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيمِ سُلْطَانِكَ فَقَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُمَا اكْتُبَاهَا كَمَا قَالَ عَبْدِي حَتَّى يَلْقَانِي فَأَجْزِيَهُ بِهَا

Maksudnya :
“Bahawasanya salah seorang hamba di antara hamba-hamba Allah mengucapkan, Ya Tuhanku, kepunyaan-Mulah segala puji sebagaimana yang layak bagi keluruhan-Mulah dan keagungan-Mu]`. Maka, ucapan ini menjadikan kedua malaikat bingung sehingga mereka tidak tahu bagaimana yang harus mereka tulis. Maka naiklah keduanya kepada Allah, lalu berkata, `Ya Tuhan kami, sesungguhnya seorang hamba telah mengucapkan suatu perkataan yang kami tidak tahu bagaimana kami harus menulisnya.` Allah bertanya – padahal Dia Maha Mengetahui apa yang diucapkan oleh hamba-Nya, `Apa yang diucapkan oleh hamba-Ku?` Mereka menjawab,`Ya Tuhan kami, sesungguhnya dia mengucapkan, Lakal hamdu kamaa yanbaghii li jalaali wajhika wa azhiimi sulthaanika.` Kemudian Allah berfirman kepada mereka, `Tulislah sebagaimana yang diucapkan hamba-Ku itu hingga dia bertemu Aku, maka Aku yang akan membalasnya”. (HR Ibn Majah, Sunan Ibn Majah hadis no.3791)


KESAN @ AKIBAT TIDAK BERSYUKUR

1. Mudah diperdaya oleh syaitan

Allah S.W.T berfirman;
Maksudnya :
"Iblis menjawab: "Karena Engkau Telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)." (Surah al-A'raf 7:16-17)

2. Ditimpa bala bencana
Allah S.W.T berfirman;
Maksudnya :
"Katakanlah: "Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah diri dengan suara yang Lembut (dengan mengatakan : "Sesungguhnya jika dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur". Katakanlah: "Allah menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, Kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya."

3. Di azab oleh Allah (s.w.t)
Allah S.W.T berfirman;
Maksudnya :
"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Surah Ibrahim 14:7)

4. Orang mengkhianat dan mengingkari nikmat
Allah S.W.T berfirman;
Maksudnya :
"Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang Telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat." (Surah al-Hajj 22:38)

5. Tidak bersyukur di atas rezeki yang dianugerahi
Allah S.W.T berfirman;
Maksudnya :
"Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang Maha Pengampun".Tetapi mereka berpaling, Maka kami datangkan kepada mereka banjir yang besar[1236] dan kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr[1237]. Demikianlah kami memberi balasan kepada mereka Karena kekafiran mereka. dan kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan Hanya kepada orang-orang yang sangat kafir." (Surah Saba' 34:15-17)